Universitas swasta yang terletak di
Jalan DI Panjaitan – Jakarta Timur itu berada di antara jalan uatama, satu
jalan sekunder, sebuah sungai yang kalau musim banjir pasti meluap, dan rumah2
penduduk yang padat. Dan di antara kepadatan rumah2 penduduk itu terdapat suatu
kisah mesum. Kisah ini terjalin antara mahasiswa yang kuliah universitas swasta
tersebut dan pemilik kos2an di mana sang mahasiswa tinggal ngekos.
Bangunan itu terdiri atas rumah2
petak sebanyak 5 pintu yang masing2 petak terdiri atas 3 ruangan. Di samping
rumah2 petak tersebut menempel rumah utama yang merupakan tempat pemilik kos2an
tinggal. Nama pemilik kos2an adalah Haji Imron. Biasa dipanggil oleh tetangga
dan mahasiswa dengan sebutan Pak Haji. Tempat kos2an dan rumah utama ini di
kelilingi oleh pagar besi setinggi 1,5 meter di bagian depan yang memiliki dua
pintu masuk dan pagar tembok di tiga sisi lainnya setinggi 3 meter. Halamannnya
dihampari oleh konblok dan dihiasi oleh berbagai tanaman, sehingga terlihat
sangat rapi, asri, anggun, dan sejuk. Kos2an ini hanya diperuntukkan bagi
mahasiswa. Di sinilah Rizal, mahasiswa di universitas swasta itu tinggal. Sudah
3 bulan ia tinggal di sini. Rizal adalah mahasiswa asal Cikampek, tetapi ia
bukanlah asli Cikampek."read more"